Tampilkan postingan dengan label riwayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riwayat. Tampilkan semua postingan

15 April 2011

pendidikan itu, antara kenyataan dan khayalan


 seperti inilah wajah pendidikan kita, dari dulu hingga sekarang, 
pemerataan pendidikan hanya dalam angan.

 ane, g'tau mau pake judul apa,hoho. jadi sembarangan aja
Assalamu’alaikum wr.wb

Pagi yang cerah, sembari menunggu waktu kuliah sambil dengerin sesuatu yang beraliran melankolis tapi tak romantis. Menambah semangat untuk berfikir tentang sesuatu,  Sesuatu yang bisa di tuangkan dalam tulisan kali ini,  suatu tulisan yang dapat memotivasi diri. Pada kesempatan ini, entah kenapa ane pengen ngebahas mengenai pendidikan. Tulisan kali ini mungkin sedikit mereview tentang film yang paling ane suka saat ini, yakni “sang pemimpi” dan “ 3 Idiot”. Film ne dah lama sih, pi pesan dari kedua film ini yang tak pernah berhenti bermuara di kepala ne. Misteri yang tersirat dan tersurat dari kedua film ne masih bergentayangan, soalnya dah banyak orang yang menontonnya berkali2 tapi perubahan ato pesan yang disampaikan belum mampu di aplikasikan. Sebelum membahas tentang pendidikannya lebih lanjut, ane pengen cerita dikit ne. Kebetulan ane dah baca tulisan2 yang pernah ngebahas kedua film ne. Inti Pembahasnya seperti dibawah ini:

            Dalam filem 3 Idiots, watak-watak utamanya mencoba melawan sistem pembelajaran di mana mereka lebih kepada konsep berlomba untuk mendapat markah yang tinggi dan lulus sebagai pelajar cemerlang, kemudian dapat kerja yang baik, kumpulin harta dan berbangga dengan harta yang ada.

            Sang Pemimpi pula sedikit berbeda di mana watak-watak utamanya dengan segala upaya bertahan dengan sistem yang sedia ada, dalam keadaan ekonomi yang sungguh sangat sulit. Mereka bertekad ingin mengubah nasib keluarga dan ingin sekali belajar di luar negara. Mereka menjadikan niat mereka sebagai tujuan untuk terus belajar, biarpun kalau dilihat dari segi kedudukan keuangan mereka, impian untuk ke luar negara itu adalah hampir mustahil sama sekali.

Tokoh yang menonjol dalam 3 Idiots adalah Ranchoddas Shamaldas Chanchad (Aamir Khan), sedangkan Sang Pemimpi adalah Arai (Rendy Ahmad). Kedua-duanya memiliki perwatakan yang hampir serupa, yaitu optimis dengan kehidupan dan mencoba menjadi manusia yang berjiwa besar, artinya manusia yang tidak kalah dengan cobaan dunia yang sementara ini. Namun, perbedaannya adalah, Si Rancho datang daripada keluarga yang kaya (meskipun akhirnya kita tahu bahawa beliau hanyalah anak tukang kebun rumah orang kaya dan disara hidupnya) dan si Arai merupakan pemuda miskin yang hidup yatim piatu. Rumah si Arai terletak di pinggir hutan, di mana tempat kera bermain-main.

              mereka berdua sama-sama memiliki minat belajar (menuntut ilmu) yang tinggi. Jika Arai masih bersekolah menengah, Rancho pula sedang menuntut di perguruan tinggi yang teramat mengutamakan sistem peringkat, Rancho mencoba membimbing pelajar lain untuk hidup sebagai manusia yang berfikir, bukan robot bermesin seperti yang didakwa Rancho. Arai pula, sebagai manusia yang miskin dan hidup penuh keterbatasan,mencoba menanggapi segala-galanya dengan positif. Tidak ada yang negatif baginya melainkan menyerah kalah dalam menjalani ujian hidup dahulu.
Kalau Rancho begitu berani 'menentang' Dr. Viru (Boman Irani), Arai pula berani 'menentang' Pak Mustar (Landung Simatupang). Kedua-duanya memiliki karakter yang sama, yaitu garang dan keras dalam mengajar serta mengutamakan peringkat. Paling menarik, kedua-duanya menjalankan sistem yang hampir sama di mana Dr. Viru menentukan tempat duduk dalam majlis fotografi pelajar berdasarkan peringkat yang mereka dapat, dimana Pak Mustar jugaa menentukan tempat duduk ibu bapak sang murid berdasarkan peringkatnya. 

 3 Idiots memiliki dua lagi watak utama yang sering menjadi 'mangsa' kegilaan sang optimis Rancho, yaitu Farhan Qureshi (R. Madhavan) dan Raju Rastogi (Sharman Joshi). Kedua-duanya juga memiliki masalah peribadi masing-masing. Si Raju Rastogi terlalu risaukan masa depannya lantaran ia harapan tunggal keluarganya yang miskin melarat. Manakala Farhan Qureshi pula hidup dalam keadaan yang tidak sesuai, di mana ia lebih tertarik pada bidang fotografi, namun harapan ayahnya memaksanya untuk belajar bidang teknik. Sang Pemimpi pula, ada Ikal (Vikri Setiawan) dan Jimbron (Azwir Fitrianto) yang turut menjadi 'mangsa' idea-idea gila Arai. Dapat  lihat saat mereka bertiga dikejar Pak Mustar dan Arai mencadangkan mereka melompat masuk ke dalam tong ikan yang besar untuk bersembunyi. Kemudian, juga saat di mana Arai mengajak mereka pergi menonton film bioskop khusus dewasa. 

Rancho dan Arai membawa niat yang sama, yaitu misi membesarkan jiwa. Rancho sendiri mengatakan kepada Raju, "Belajar bukan untuk sukses, tetapi belajar untuk membesarkan jiwa..." Arai pun begitu juga. Segala rintangan di dunia ini adalah untuk dilalui, bukan dihindari. karena hidup tanpa cobaan adalah semata-mata kering kerontang kerena kita tidak akan dapat membesarkan jiwa kita. Kesungguhan Arai meyakinkan teman-teman baiknya bahwa mereka pasti dapat ke Paris untuk menuntut ilmu di sana adalah sebuah keyakinan yang membawa kepada usaha yang luar biasa. 

Kesimpulannya, ane bukanlah hendak menceritakan film mana yang lebih hebat. Tetapi ane hanya ingin meyampaikan pesan dari kedua ini. Hikmah yang luar biasa yang dapat dipetik dari kedua film ini, dimana yang satu bertahan dengan sistem yang ada dan yang satu berusaha melawan sistem. Sungguh kolaborasi yang luar biasa. Lalu setelah menonton film ini, apa yang kita dapat? Cuman nonton, selesai trus bubar begitu saja? Sungguh ironis,hoho..

Kembali ke topik awal, sebenernya bagai mana sih sistem pendidikan di Indonesia, Apakah seperti kedua film tersebut atau bagaimana? Mungkin kalian punya jawaban tersendiri utk hal ini. Tapi saya yakin, lok para pelajar yang mau berfikir pasti mengatakan ‘ada yang salah dengan sistem pendidikan dinegara ini’. Letaknya dimana? Lok mau ane logikakan kurang lebih seperti ini, antara sistem yang dicanangkan dan kemampuan pelajar,pengajar dan fasilitas pendidikan di indonesia saat ini ibarat langit dan bumi yang sulit menemukan titik temunya, karena tidak ada penghubung antara sistem dan para pelaku pendidikannya.

Okelah, indonesia emang rajin tu dapet mendali emas di bidang olimpiade sains dan semacamnya, tapi itukan hanya segelintir orang aja yang bisa dihitung dengan jari. Lalu bagaimana dengan nasib jutaan pelajar yang lain, mau dibawa kemana? Hello, bukannya mau mencerdaskan kehidupan bangsa tu? Tapi kok seperti ini. Yang pintar makin pintar, yang kurang pintar makin tertinggal. Apakah kita harus bertahan seperti Arai DKK, ato kita harus melawan sistem ini? Tau ah,hoho.... kuresahkan jawabannya kepada kalian semua
Pendidikan itu sangat berharga, tanpa pendidikan tidak akan ada kemajuan, tanpa ada kemajuan alamat suatu negara itu tinggal nunggu kehancuran saja. Di indonesia sendiri, banyak terdapat orang2 cerdas dengan pemikiran yang luar biasa, tapi sulit sekali rasanya mendapat kebebasan dalam artian tidak ada ransangan yang  bisa membantu mengasah kecerdasan mereka. Jika ingin mencerdaskan bangsa mestinya pendidikan harus lebih merata, baik pengajar maupun fasilitas pendidikannya. Suatu saat itu pasti akan terjadi, tunggu saja tanggal mainnya, asalkan semuanya punya kesungguhan.

Ini sebenernya ngomongin apa sih dari film kok larinya ke pendidikan di Indonesia, ngelantur ksna kemari dengan pembahasan yang g’ jelas, analisis anak teknik g’seperti anak sosioal pendidikan jadi harap maklum,hoho.g’penting pembahasannya mau kemana, biar bingung, bingung dah sekalian. Tapi pada kenyataannya Seringkali sebuah institusi pendidikan menyamaratakan potensi peserta didik dengan melakukan penilaian apabila sesorang tidak dapat mengikuti dengan baik mata pelajaran tertentu maka orang tersebut bodoh. Padahal sebenarnya tidak seperti itu karena sesungguhnya manusia memiliki potensi yang berbeda-beda dan unik.

Selain itu juga, pada kenyataannya, emang bener sih, kadang lok di pikir2 kita ne di lebih banyak diajarin gmana caranya mendapat nilai yang bagus bukan bagaimana mengembangkan potensi yang kita miliki, jadinya para pelajar cenderung melakukan segala upaya untuk mendapatkan nilai sebaik mungkin, dari awal ternyata dah salah didiknya ato pelajarnya yang salah nanggapin.Udah ah, ri pada makin ngelantur, mending udahan aja deh,hoho. Sebagai penutup ada kata2 yang mungkin dapat memberikan kesan yang tidak biasa,hehe

BELAJARLAH BAGAIMANA CARA BELAJAR, BELAJARLAH UNTUK SEGALANYA DAN SEGALANYA UNTUK BELAJAR, BELAJARLAH APAPUN, KAPANPUN, DIMANAPUN DAN DENGAN CARA APAPUN. KARENA HIDUP INI ADALAH PEMBELAJARAN, DAN PEMBELAJARAN ADALAH KEHIDUPAN.

11 April 2011

“pilih jurusan harus yang tepat ya…!!!”


Menjelang tahun ajaran baru adalah masa-masa berbebah bagi kampus-kampus perguruan tinggi negeri. Berbagaicara dilakukan untuk menarik minat calon mahasiswa. Mulai dari menawarkan fasilitas kampus, kwalitas pengajar, hingga biaya kuliah yang dijadikan sebagai daya tarik utam berbagai format promosi
            Kesibukan tambahan juga terjadi pada calon mahasiswa. Mereka harus membanding-bandingkan kampus mana yang akan menjadi pilihan. Begitu banyak pertimbangan yang harus diambil. Mulai bonafitas dan fasilitas kampus, lokasi, biaya kuliah yang harus dibayar, dan tentu saja harapan masa depan yang akan diraih melalui kampus pilihannya.
            Semua fonomena kesibukan ini lah yang ane angkat utk dibahas bersama dalam forum ini. Pilihan yang kami ulas tidak  hanya sekdar pilihan program studi dan jurusan di berbagai perguruan tinggi, tapi juga bagaimana gambaran prospek studi yang dipilih, terutama dunia kerja. Semoga bermanfaat…..

“Dunia mahasiswa tak selebar kampus”
Apa bedanya sekolah dengan kuliah?
Apakah hanya soal pakai pakaian yang bebas (tak berseragam) dan boleh berambut gondrong pada dunia mahasiswa, sementara tidak pada pelajar SMA? Tentu bukan hal-hal rtemeh yang seperti itu yang membedakan keduanya. Ada hal yang lebih esensial dari pada itu. Pada dunia perkuliahan, mahasiswa akan diajar dan di tuntut kemandiriannya.
            Mandiri seperti apa? Di perguruan tinggi pengajar (dosen) hanya mengajarkan mata kuliah secara garis besar, serta memberikan buku-buku rujukan. Dosen bukan sember pengetahuan seperti guru yang ada dikelas sewaktu masih jadi pelajar SMA. Dosen lebih bertidak sebagaimanager kelas. Mungkin jadi pertanyaan, jika demikian, apa sumber pengetahuan utama? Jawabannya : buku-buku, perpustakaan, situs-situs internet, artikel majalah,koranjurnal,hasil penelitian,yang relevan dengan mata kuliah yang diajarkan dosen. Itu artinyabila nanti jadi mahasiswa, mesti aktif menggali mata kuliah dari dosen melalui sumber-sumber pengetahuan yang utama tadi. ( ilustrasinya : skenario pemancingan)

“jalan lempang menuju dunia kampus”
            Pada dasarnya penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dapat ditempuh melali dua cara. Pertama, dengan tes seleksi mahasiswa baru (tes mandiri,snmptn etc,). Kedua,  ewat penjaringan minat dan bakat yang mendasarkan potensi akademik. Hal ini berlaku baik bagi PTN maupun PTS. Faedah program ini pada intinya menyokong biaya pendidikan para mahasiswa yang memang berkwalitas dan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Tampaknya jalur yang berbasis mutu akademik terpaksa sedikit berbelok tatkala dipakai untuk patokan pembayaran uang pangkal, sperti yang dilakukan beberapa perguruan tinggi negeri yang berubah ststus menjadi BHMN (badan hukum milik negara), yakni UI, UGM, ITB, IPB dan UNAIR.

“perguruan tinggi terbaik dimata masyarakat”
            Tak mudah memilih jurusan untuk jenjang perguruan tinggi. Apalagi jika pelihannya hanya perguruan tinggi negeri (PTN). Daftar pertimbangan aka lebih panjang, mulai dari minat, pehitungan bisa lolos seleksi, hingga prospek di dunia kerja jika lulus nanti.
Apa sesungguhnya pertimbangan mereka memilih jurusan saat hendak masuk perguruan tinggi?
 pertimbangan yang paling sering digunakan adalah status perguruan tinggi. Perguruan tinggi negeri misalnya, jelas yangpaling dicari. Tapi ini tidak berari perguruan swasta kalah favorit. Apalagi sudah banyak perguruan tinggi sasta yang kwalitasnya bahkan lebih tinggi dari perguruan tinggi negeri.
Pertimbangan lain tentu saja minat sicalon mahasiswa, biaya kuliah reputasi perguruan tinggi, hingga prospek pekerjaan setelah lulus kuliah. Banayk calonmahasiswa memilih lulusan favorit karena yakin setelah lulus dari sana akan mendapat pkerjaan yang di dambakan. Ada juga caoln mahasiswa yang memilih jurusan berdasarkan minat?bakat. da pula yang memilih jurusan karena ikut arus saja…. Apapun alasannya, pastinya orang tua dan calonmahasiswa ingin bisa kuliah diperguruan tinggi yang terbaik.
Alasan memilih perguruan tinggi tertentu terbaik untuk masing-masing fakultas/jurusan :
·         *Lulusan berkualitas (berprestasi ketika bekerja)
·         *Pengajar (dosen)yang berkualitas
·         *Nama besar perguruan tinggi
·         *Metode belaja-mengajar(akademis)
·         *Fasilitas kampus yang lengkap
·         *Kedisiplinan kampus
·         *Dapat mengaplikasikan ilmunya sesuai bidang pekerjaan
·         *Jurusan yang diminati banyak orang
·         *Lingkunga kampus nyaman

“pilih jurusan harus yang tepat ya…!!!”
            Memang tak mudah memilih jurusan atau program studi. Selain pengetahuan yang luas tentang hal ikhwal jurusan, minat atau kecendrungan calon mahasiswa itu sendiri menjadi faktor faktor penting dalam menentukan pilihan. Sebab jika salah memilih jurusan, sering kali urusannya jadi panjang. Mulai dari tidak senang kuliah, males pergi keperpustakaan,yang ukung-ujungnya prestasi jadi jeblok. Yang lebih parah kuliahpun tak terselesaikan alias droup out (DO).
            Oleh karena itu, calon mahasiswa sebaiknya sudah mengetahui minat dan bakat yang ada dalam dirinya sendri, selain tentu saja upya mencari informasi sebanyak mungkin mengenai berbagai jurusan atau program studi yang ada diperguruan tinggi. Banayk calon mahasiswa tidak tahu atau bahkan tidak memperdulikanprogram studi yang akan dipilih. Mereka ini lebih sering berorientasi pada nama besar sebuah perguruan. “ tetapkanlah dahulu jurusan atau program studi,baru kemudian memilih perguraun tinggi”. Tidak semua perguruan tinggi yang memiliki nama besar otomaits semua program studinya berkualitas prima. Setiap perguruan tinggi biasanya memiliki beberapa program studi unggulan.
            Sebenarnya tidaklah sulit mendapatkan informasi mengenai program studi unggulan dari sebuah perguruan tinggi. Selain dengan mencari survey-survey yg telah dilakukan informasi juga bisa didapat dengan obrolan ringan dengan para alumni perguruan tinggi. Dengan pengetahuan yang luas akan berbagai program studi, serta minat dan bakat yang ada pada calon mahasiswa, niscaya pilihan itu tak jauh melenceng. Memang pindah jurusan atau program studi bisa sajadilakukan, jika seorang mahasiswa merasa salah dalam memlih jurusan. Namun perlu digaris bawahi salain biaya, waktu yang dilali menjadi sia-sia.
            Perlu kiranya diingat oleh calon mahasiswa, bahwa emmilihprogram studi apaun sebarnya tidak masalah. Tidak pernah ada bukti bahwa program studi yang satu lebih baik dari pada program studi yang lain. Tidak pernah ada jaminan bahwa program studi tertentu akan membawa membawa kesuksesan dalam karir atau hidup seseorang. Semuanya bergantung pada yang memilihnya. Yang lebih penting pada dasarnya, minat dan bakat masing-masing orang. Untuk itu kenali minat dan bakat atau kecendrungan kta sendiri. Sebab dengan mengenalinya kita lebih mencintai suatu program studi dan dpaat melewatinya dengan enjoy tanpa beban yang berarti, sehingga prestasi sesorang bisa terdorong hingga tinggi.
            Selain pengetahuan tentang berbagai program studi dan minat, calon mahasiswa juga perlu mencermati reputasi perguruan tinggi penyelenggara program studi yang diincar. Biasanya reputasi ini dinilai dari dengan akreditas. Bila akreditas sebuah program studi A, berarti jurusan itu memiliki kelayakan yang sangat baik dalam hal kwantitas dan kwalitas tenaga pengajarnya, kelengkapan sarana kuliah,dan sebagainya
            Bagaimana dengan calon mahasiswa yang kemampuan atau potebsi akademiknya pas-pas-pasan, ditambah lagi merasa tidak memiliki bakat yang menonjol pada bidang tertentu? Bagi mereka ini perlu ada taktik dan strategi tertentu, misalnya dengan memilih jurusan atu program studi yang tingkat persaingannya kecil. Tentu saja yang sesuai dengan jurusan yang sedang dijalani. Selain itu perlu memilih perguraun tinggi yang tidak terlalu populer agar dalam proses seleksi masuk tidak mendapat kesluitan. Setelah masuk pada jurusan tersebut, ,ulialah berusaha mencintainya. Karena hanya dengan mencitai bidang yang kita pilih kesuksesan kan mudah diraih.
            Faktor apa lagi yang perlu dicermati dalam memilih program studi di perguruan tinggi selain minat,kemampuan,dan status akreditas? Tak lain adalah biaya pendidikan seperti SPP,uang pangkal.buku,biaya praktikum dll. Faktor biaya ini menjadi sangat relevan manakala kita bersala dari keluarga menengah kebawah. Tak jarang seoran mahasiswa harus berhenti karena faktor kesulitan biaya. Oleh karena itu, perlu mencari tau perkiraan biaya kuliah yang dibutuhkan selamamasa perkuliahan pada suatu program studi tertentu dan perguruan tinggi tertentu.
            Nah, saatnya para calon mahasiswa mempertimbangkan pilihan kemana dan program studi apa yang akan diambil. Wokeh ^_^

25 Maret 2011

jejak Madrasah Ibtidaiyah

Assalamu’alaikum wr. Wb......

Ane mo Lanjut cerita tentang kisah SD yg terdahulu yg bersambung,he, sekarang saatnya sedikit menceritakan tentang pengalaman semasa SD,hehe. Sebelumnya ane mau perkenalkan temen2nya dulu ya. Temen2 ceweq : ada Rima,Lia,balapati,Uci,Tara,Tri,Lino,Atul,Zubaidah,Erma,Surya,Edhon, dll (maaf bagi yg belum kesebut, agak lupa soalnya,he). Temen cowoqnya : ada andri,olhi,marzuki,jun,ardi,rambo,randa,dll (maaf gak lupa juga sisanya,he).  Ane ceritakan yang serunya aja ya,jadi  kisahnya begini, pada jaman dahulu kala di suatu desa (loh kok dongen sih),hehe... dia heboh sendiri anak ne cerita. Baiklah mari kita come on
Masa SD adalah masa2 bermain sambil belajar, tapi saat tu banyak sambilannya dari pada belajarnya, langsung ke pengalaman aja ya. Pengalaman yg paling sering ane alami waktu itu adalah swimming in the berang (sungai) pada jam istirahat istirahat, ane dan temen2 lok bel istirahat berbunyi (teng,teng,teng) langsung kabur ke daerah belakang sekolah, kebetulan didaerah belakang tu ada sungai, jadinya tiap istirahat langsung nyebur di sungai bareng makkhluk Allah yg lainnya. Bukan hanya yg cowoq aja lho, yg ceweqnya g’kalah ma kita, katanya sih mereka juga hoby nyebur juga, pi sayangnya g’pernah bareng ma yg cowoq (apa maksd ne,he). Ngomongin soal temen ceweq, mereka tu sering sekali kelahi lho, entah kelahinya karena apa, pokoknya musuhan gitu,saling buat kubu tersendiri. Kami selaku pihak cowoq memiliki peranan yang sangat penting. Peranannya tu jadi kipas, jadi kompor dan provokator (otaknya ane sendiri), biar kelahi dan musuhannya makin seru,hehe. Tapi perkelahian dan permusuhannya cuman bersifat tarik ulur aja, bentar-bentar musuhan dan berntar-bentar baikan dan begitu seterusnya biasalah wanita gitu. 
Selain pengalaman itu sih, masih banyak lagi cerita lainnya, g’ jauh bedalah ma pengalaman sahabat sekalian semenjak SD. Oya, ane ru inget, lok pengalaman ma cowoqnya tu, saat selesai jam olah raga kami selalu melancong ke SD lain utk menantang murid lainnya main bola, maen bolanya pake taruhan lho, pi kecillah cuman Rp. 500 per siswanya, kan lumayan tu lok menang bisa makan es bersama,hehe (taruhan dah dipraktekkan semenjak SD, tidak untuk ditiru,he). Selain itu, ane g’tau pengalaman apa lagi ma yg cowoqnya, soalnya kita tu kerjanya cuman gangguin yg ceweq aja. Tapi yang buat g’asyiknya kadang,sesama temen saling olok-olokan, biasalah anak kecil.
Sewaktu SD ane pernah di ejek ma seorang temen ceweq, namanya Cuk (surya pustika dewi,lok g’salah namanya gitu) ngejeknya tu gimana ya, aduh lupa. Pokoknya semacam di makcomblangin gitu dah bahasa anak sekarang. Entah karena apa ane sering di ejek ma dirinya, ampe karang lum tau ne sebab musababnya apa,he. Lok diejek gitu ane paling g’suka, entah g’sukanya karena apa,soalnya g’pernah ditanamkan memori diotak utk deket ma ceweq. Beda bgt dengan jaman karang, SD aja dah pacaran, parah euy. Dulu kami paling anti hal yg begituan.
Di kelas ane dulu ada primadonanya lho, Namanya Seperon (itu orang lho, seorang gadis kecil yang waaaaaaaaaaaah), anak ne selalu jadi buah bibir para lelaki saat tu,hoho. Tak ada yg berani mendekatinya saking wahnya. Yang berani dekat takkan bisa terlepaas lagi, hehe. Teen ane yang satu ne aagk gman gitu, beda dari yanng lain (bagi temen sekelas ane yang baca ngertikan,he). Intinya anak ne istimewa, memiliki pesona yang meluluhkan para murid pria waktu itu,hehe.
Sebelum lanjut ke bagian akhir kisah masa SD,ada kisah ne. Sewaktu kelas 4 ane pernah buat temen ceweq nangis (pengalaman pertama buat anak orang nangis) lho. Ceritanya waktu tu temen ane yg namanya Ellya febriani (kurang lebih namanya begitu) sedang ngedikte temen2 lain yg sedang nulis, suaranya agak pelan ato bacaannya kurang jelas mungkin waktu itu, karena itu ane protes, pi protesnya keterlaluan ampe teriak di telinganya (astagfirullah, jahat sangat).  Setelah protes, tiba2 nangis anak orang ane, dilapor dah ke wali kelas (saat tu wali kelasnya pak Bik), entah ane di proses bagaimana setelah itu, yg tak inget cuman buat Lia nangis aja,he. Selain tu Ane juga pernah tu dikerjain ma temen ceweq, namanya Erma (ketua preman,he). Waktu itukan kita lagi maen2 water gun gitu, isinya kan air. Nah si erma ne ngisi amunisi pake air cabe, gile bener. Target sasarannya kebetulan ane, tak sengaja to di sengaja  air cabenya tu kena mata (sakit sangat n perih ne mata), sunggu terrrrrrrrrrrrrlalu. ^_^
Langsung kebagian akhir ya, sebeneernya masih bnyak bgt ne, pi langsung endingnya aja biar g’ kepanjangan,hehe. Waktu ujian praktek kelas 6, ada namanya praktek seni, praktek seninya tu bikin masakan lho, masakan tradisional ma masakan yg lainnya, praktek masakan ini wajib hukumnya di adakan saat ujian praktek seni, entah siapa yang diuntungkan dan praturannya siapa yang buat, kayaknya para guru dech,hehe. Toh merasakan dan mencicipi makanannya para guru,yang masakin juga bukan kita sendiri pi dibantu ma ibu2 rumah tangga,he. yaaa itung2 ucapan terima kasih lah dan salam perpisahan ma para guru,he (kita cuman dapet makanan sisanya doang). Oya, waktu ane masih duduk MI, kekerasan terhadap murid tu sering terjadi lho, ngeri dah pokoknya, minimal sapu ato penggaris tu patah dibuatnya, walau kita sebagai murid salah, pi caranya jgn seperti itu ya pak guru,he. Alhamdulillah sekarang praktek kekerasan terhadap siswa SD berkurang walua masih ada di berbagai tempat.
Kembali ke cerita. setelah menjalankan rangkaian ujian praktek dan ujian tulis, sampailah kita ke bagian puncaknya, yaitu pengumuman kelulusan. Saat pengumuman, biasalah yang namanya pengumuman semua raut muka jadi tegang, kebetulan yang ngumumin tu wali kelas kami yakni pak Sarmaji. Sebelum pengumuman bapaknya tu minta maaf ma kami, g’tau juga minta maaf karna apa, cz kami cuman focus ma hasil pengumumannya doang,he. Setelah sekian lama berpidato ria, akhirnya kami di bagikan deh surat pengumumannya langsung. Raut muka makin tegang, pelan tapi pasti semua serentak membukanya, ane aja yang paling telat ngebuka tu surat,he. Entah kenapa kok suasanya yg hening sewaktu menerima surat tu tiba2 pecah karena tangisan beberapa murid wanita yg ternyata mereka dinyatakan g’lulus (kacian bgt). Entah mau sedih ato gmana, ane lanjut aja buka tu kertas dan ternyata tulisannya “maaf anda kurang beruntung,silahkan coba lagi”, hehe, becanda. Tulisannya tu “Anda tidak lulus” lupa tuch ekspresinya ane yaq gmana yg jelas sedih dan kecewa (oh ya? Apa iya anak SD dah tau namanya kecewa,he).
Setelah beberapa menit kesunyian dipecahkan oleh suara tangisan (hayo sapa yang paling keras nangisnya,he), pak guru snyum2 tuch, ternyata semuanya hanya sandiwara semata, hoho. G’seru pak guru ne, dah tegang malah diajak becanda. Jadi, Alhamdulillah, kami semua dinyatakan lulus,hehe. Setelah lulus, biasalah ada tradisi perpisahan dan pelepasan, pi waktu jaman kami acaranya saaaaaaaaaaaaangat sederhana sekali. Bgitulah singkatnya kisah dan pengalaman waktu MI, sisanya di inget sendiri aja, ingatannya ane cuman ampe segitu aja, besok lok ingat lagi tak tambahin kok.
Baiklah, mungkin sekian jejakku waktu MI dulu, ceritanya mungkin kurang seru bagi kalian, bagi temen2 MI ku yg membacanya nikmati aja apa adanya ya, lok kurang mohon maklumi, lok lebih tolong ambil sendiri kembaliannya. Cerita ini ane tulis untuk mengembalikan dan menyegarkan ingatan temen2 sekalian tentang sekolah dasar, karena disekolah dasar tu, kita pertama kali di ajarin baca dan tulis secara mendasar, terima kasih Bapak Ibu guru. Atas jasamu kami lancar baca tulis dan ngitung ampe saat ini. Oleh karena itu, kalian jangan lupa silaturahmi ke SD kalianmasih2, silaturahmi ma temen SD dan para gurunya jika masih ada ya, lok tak de, cari ampe ada walau tu hanya Nisannya saja.
Sekian dan terima kasih...
^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes