14 Oktober 2010

Cemburu, Siapa Takut?


Cemburu. Seringkali kata ini dianggap sebagai kambing hitam terkoyaknya hubungan suami istri. Percayalah, tidak selamanya asumsi itu benar. Sebab cikal-bakal cinta sejati, berdirinya rumah-tangga yang kokoh, lahirnya juga dari sifat cemburu.
Cemburu itu bumbu cinta. Bumbu yang akan lebih menyedapkan romantika dalam bercinta. Rasulullah mencela seorang suami yang tidak mempunyai rasa cemburu. Atau sebaliknya isteri yang bukan pencemburu. Istilahnya dayyus.

Alkisah, Aisyah pernah cemburu lantaran Rosul berulang-ulang menyebut kebaikan Khadijah binti Khuwailid, isteri pertama beliau saw. "Rasulullah jika mengingat Khadijah, tak bosan-bosannya memuji dan beristighfar untuknya. Hingga pada suatu hari beliau menyebut-nyebutnya yang membuatku terbawa oleh rasa cemburu. Aku berkata, 'Allah telah menggantikan yang lanjut usia itu bagimu.' Aku saksikan beliau sangat marah. Aku sangat menyesal sambil berdoa dalam hati: Ya Allah, jika Engkau hilangkan kemarahan RasulMu terhadapku, aku tak akan lagi menyebutkan kejelekannya," kisah Aisyah.

Masih dari kisah yang sama, disebutkan Rosul marah mendengar ucapan istrinya yang masih belia dan rupawan itu, seraya berkata, "Apa yang kau katakan? Demi Allah, ia beriman ketika orang-orang mendustakan aku. Ia melindungi ketika orang-orang menolakku. Darinya aku dikaruniai anak-anak dan tidak aku dapatkan dari kalian."
Melihat reaksi suaminya, jelas Aisyah terpagut. Ia tak menyangka Rasul sekeras itu menanggapi perkataannya. Sebuah ekspresi kecintaan luar biasa Nabi pada Khadijah, yang kian membakar tungku kecemburuan Aisyah. Khadijah ra, umul mukminin berakhlaq agung, memang patut mendapat cinta Nabi. Tapi justru kecemburuan itu yang akhirnya memicu Aisyah berazam kuat untuk menapaki jejak sukses Khadijah merebut cinta agung Rosulullah saw.

Cemburu, selain ia sebagai indikator fenomena fitrah insaniyah, sikap itu memang sesuatu yang disunahkan Nabi. Dalam makna lebih luas, kelangsungan ekosistem fitrah alam pun sesungguhnya juga terkait erat dengan sifat cemburu.
Kita tidak bisa membayangkan, apa yang bakal terjadi pada dunia manusia bila mereka tak lagi memiliki rasa cemburu. Dalam etika pergaulan pasangan suami istri, jelas ia wajib ada. Suami yang tak pernah cemburu melihat istrinya keluyuran malam hari sendirian misalnya. Atau cuek melihat istrinya pindah dari pangkuan satu lelaki ke pangkuan lelaki lain. Jelas ini merupakan fenomena rusaknya fitrah seorang insan.

Hilangnya perasaan cemburu dari diri manusia tak lain lantaran, manusia terus-menerus memperturutkan hawa nafsunya. Alquran mengisyaratkan hal itu. "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS 19:59)
Padahal turunan dari perilaku selalu memperturutkan hawa nafsu, adalah tercampaknya rasa malu dari dalam diri manusia. Itulah yang kini terjadi dalam pergaulan masyarakat Barat yang telah rusak. Ironinya, radiasi kerusakan itu telah merambah luas ke masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda-mudi. Kata Nabi, "Kalau engkau sudah tidak punya rasa malu, maka lakukan apa saja sesukamu."

Dalam tinjauan aqidah, malu dan iman merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisah. Sebuah hadist mengatakan, "Dari Imron bin Hushoin ra berkata: Rasulullah saw bersabda, malu itu tidak menimbulkan sesuatu kecuali kebaikan samata." (HR Bukhori-Muslim)
Di hadist lainnya diriwayatkan, "Abu Hurairoh ra berkata: Rasulullah saw bersabda, 'Iman itu lebih dari 70 atau lebih dari 60 cabang rantingnya, yang terutamanya adalah kalimat Laa Ilaha Illallah. Serendah-rendahnya yaitu menyingkirkan gangguan dari tengah jalan. Dan rasa malu adalah bagian dari iman.'"

Yang pasti, malu adalah batas pembeda yang tegas antara manusia dengan binatang. Wajar binatang tidak punya rasa malu, karena ia tidak dikaruniai Allah swt nalar dan perasaan. Tapi jangan lupa binatang masih punya rasa cemburu. Lihatlah betapa kuatnya cemburu seekor merpati jantan pada pasangannya. Ia akan marah bila pasangannya direbut rekannya. Kalau demikian, apa yang kita bisa katakan pada manusia yang tidak lagi memiliki rasa cemburu dan malu?

Dari sini kita tau kenapa Alquran begitu sarkas mengecam manusia-manusia yang telah menjadi budak nafsu. "Ulaika kal an'am, balhum adhol" - "Mereka bagaikan binatang ternak, bahkan lebih hina lagi". Bukankah di dunia ayam misalnya, tak pernah terjadi ayam jantan dewasa memperkosa anak ayam perempuan? Bukankah tak pernah terjadi perilaku homo atau lesbi dalam dunia kerbau atau keledai?
Jika demikian kita boleh tarik satu konklusi, cemburu-malu-iman, pada hakikatnya berada pada satu garis linear. Sesungguhnyalah ketiga unsur itu menjadi satu senyawa yang menimbulkan gairah hidup manusia untuk memelihara kehormatan dan meningkatkan amaliahnya.

Kecemburuan Aisyah pun akhirnya berujung pada tekad kuatnya untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas amalnya. Sebab Aisyah menyadari bahwa hanya dengan modal cantik jasmani semata, ia tak mungkin mampu merebut cinta agung Rasulullah. Ia harus mempercantik bathinnya, mempercantik akhlaknya, mempercantik amalnya, dan mempercantik lisannya. Ini sebuah kecemburuan positif dan konstruktif.
Seharusnyalah para istri maupun suami harus cemburu ketika ia tak mendapatkan perhatian dan cinta dari pasangannya. Kalau terjadi kasus demikian, jangan dulu kalap dan menyalahkan pasangannya. Cobalah lakukan evaluasi dan kontemplasi. Jangan-jangan pemicunya adalah, lantaran keadaan masing-masing dalam kondisi stagnan. Tidak pernah ada peningkatan kualitas fisik, kualitas amal, apalagi kualitas akhlak dalam berumah tangga (misalnya berkomunikasi secara mesra) pada masing-masing pihak.

Adalah keliru cemburu dibalas oleh dendam, yakni dengan cara mempertontonkan perilaku urakan dan tercela. Misalnya marah-marah lalu menggaet perempuan/laki-laki lain dan mempertontonkannya secara demonstratif di depan pasangannya. Na'udzubillah min dzalik. Inilah yang terjadi pada dunia Barat saat ini, yang telah penuh sesak dengan kasus-kasus perselingkuhan. Berapa ratus bahkan ribu rumah-tangga yang broken home. Kemudian dari situ lahir generasi-generasi yang secara turun temurun mengukuhkan tradisi bejad: seks bebas.

Cemburu itu bumbu cinta. Karena itu jadikan dia sebagai penyedap sekaligus pemacu semangat mengubah diri ke arah positif dan konstruktif. Tapi hati-hati cemburu bisa jadi petaka, kalau masing-masing pihak tidak pernah merujukkan persoalannya pada rambu-rambu iman dan akhlaq.





Apa sebenarnya arti aurat itu ?

 'Aurat artinya barang yang buruk, yang maksudnya adalah bagian-bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. Dan bagian-bagian itu ada bermacam-macam sesuai dengan tempat dan situasi. Ada bagian tubuh yang boleh diperlihatkan kepada semua orang, muhrim atau non-muhrimnya, tapi ada pula bagian tubuh yang hanya boleh diperlihatkan kepada muhrimnya saja, dan ada pula bagian tubuh yang HANYA boleh dilihat oleh suami/istrinya saja.
Di sini saya tidak akan menuliskan lebih detail mengenai batas- batas aurat yang bermacam-macam itu, tapi insyaAllah hanya batas aurat yang boleh diperlihatkan bagi semua orang, baik muhrim maupun non-muhrim.
Bagi lelaki, batas aurat yang wajib ditutupi adalah mulai pusar sampai lutut. Selain dari itu boleh ditampakkan. Hal ini berdasarkan satu hadits dari Muhammad bin Jahsy yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Hakim, katanya : "Rasulullah SAW lewat di depan Ma'mar. Kedua pahanya  terbuka, maka sabda beliau :"Hai Ma'mar! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat." Tentang aurat lelaki ini, bila memang keadaan menghendaki sedikit lebih terbuka maka boleh dilakukan, misalnya ketika dalam pepera- angan sebagaimana riwayat Ahmad dan Bukhari dari Anas r.a. : "Bahwasanya Nabi SAW sewaktu perang Khaibar, beliau menyingsingkan kain dari pahanya, sehingga tampaklah paha yang putih olehku."
Adapun batas-batas aurat bagi wanita yang wajib ditutup ialah: seluruh tubuh wanita kecuali muka dan kedua telapak tangan sampai per- gelangan tangan. Ini berdasar Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh  Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud :"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya syetan pun berdiri tegak (dirangsang) olehnya."Mengenai muka dan kedua telapak tangan yang boleh dibuka itu adalah ber-dasarkan pada satu hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari 'Aisya r.a. : Rasulullah SAW bersabda : "Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila ia telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini." Rasulullah SAW berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangannya sendiri."
Perintah mengenai pemakaian hijab ini adalah langsung ditegaskan dalam Al Qur'an, langsung dari firman Allah SWT, yaitu dalam kedua ayat Al Qur'an, Surat An Nuur, 24:31 dan Surat Al Ahzab, 33:59.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab, 33:59 : "Hai Nabi! Katakanlah kepada istri- istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan Jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal, maka mereka pun tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Jilbab itu ciri khas wanita Mukminat

Bagaimana Wanita Islam itu ?

1. Hadits dari Shafiyah binti Syaibah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud : "Berkata Shafiyah binti Syaibah :Ketika kami bersama-sama 'Aisyah,mereka sebut-sebut wanita-wanita Quraisy dan kelebihannya. Maka 'Aisyah berkata : Sesungguhnya bagi wanita-wanita Quraisy ada kelebihannya. Tetapi sesungguh-nya aku, demi Allah, aku tidak melihat yang lebih mulia selain daripada  wanita Anshar, mereka sangat membenarkan Kitab Allah (Al Qur'an) dan sangat kuat imannya kepada wahyu yang diturunkan. Sungguh ketika diturunkan surat An Nur- Dan ulurkanlah kerudung-kerudung mereka hingga ke dadanya-. Para lelaki mereka pun pulang, lalu membacakan ayat yang baru turun itu kepada para wanitanya. Maka mereka pun mengambil kain yang kemudian dengan kain itu mereka jadikan kerudung. Itu karena sangat membenarkan dan beriman ke-pada apa yang telah diturunkan Allah dalam kitab-Nya (Al Qur'an)."
2. Hadits riwayat Abu Dawud dari Ummu Salamah r.a., katanya : "Ketika turun ayat -'Dan ulurkanlah kerudung-kerudung mereka hingga ke dadanya-', maka para wanita Anshar keluar yang keadaannya di atas kepala mereka itu seolah-olah burung gagak karena kain kerudung-kerudung mereka."
Dari kedua hadits di atas, dapat kita tahu betapa tinggi derajat keimanan para generasi sahabat di zaman Rasulullah SAW masih hidup yang digelari oleh Sayyid Qutb sebagai Generasi Qur'ani itu. Mereka dengan tanpa ragu-ragu lagi melaksanakan setiap perintah yang diterima Nabi SAW dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril A.S. dengan serta merta. Apa yang mereka dengar dari Rasulullah SAW sebagai perintah Allah SWT, langsung mereka kerjakan, tanpa pertanyaan lebih lanjut, tanpa syak wasangka dan tanpa ada sedikit pun keraguan di hati mereka. Semua itu adalah perwujudan dari rasa cinta (mahabbah) yang sangat amat mendalam sekali kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW yang melebihi dari segala cinta mereka kepada semua yang ada di dunia ini. MasyaAllah. Semoga kita pun bisa termasuk dalam golongan orang-orang yang demikian. Amiin yaa Robbal'aalamiin.
3. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim : "Ummu 'Athiyah berkata : Kami (kaum wanita) diperintahkan mengeluarkan para wanita yang sedang haidh pada hari raya dan juga gadis pingitan untuk menghadiri (menyaksikan) jama'ah dan doa kaum Muslimin, tetapi wanita yang sedang haidh supaya menjauh dari tempat shalatnya. Seorang perempuan bertanya : Ya Rasulullah, salah satu dari kaum kami tidak mempunyai kain jilbab. Maka Nabi SAW menjawab : Hendaklah teman-nya meminjamkan untuk dia jilbabnya."
4. Riwayat Abu Dawud dari 'Aisyah r.a., katanya : Bahwasanya Asmaa binti Abu Bakar r.a. masuk ke tempat Rasulullah SAW dengan memakai pakaian yang tipis (tembus pandang), maka Rasulullah SAW berpaling darinya seraya ber-sabda :"Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila ia telah dewasa/sampai umur maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya, melainkan ini dan ini." Sambil Rasulullah SAW menunjuk muka dan kedua telapak tangan hinggapergelangan tangannya sendiri."
5. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a. : Rasulullah SAW bersabda:"Dua macam orang ahli neraka yang tidak (belum) saya lihat : 1. Kaum yang memegang pecut bagaikan ekor lembu digunakan untuk memukul orang-orang, dan 2. Wanita yang berpakaian tetapi bagaikan telanjang (tidak berjilbab), suka merayu dan dirayu/berlenggak-lenggok. Rambutnya (sanggulnya) bagai punduk unta yang miring letaknya. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak mendapat baunya padahal bau surga itu dapat dicapai (dicium) dari jarak perjalanan sekian-sekian (jarak yang sangat jauh)."
6. Diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu 'Abbas r.a. katanya : Rasulullah SAW melaknat (mengutuk) laki-laki yang berpakaian seperti wanita dan wanita yang berpakaian seperti lelaki."
7. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : "Aku menengok neraka, maka kulihat kebanyakan dari penghuni api neraka terdiri dari kaum wanita. Yang demikian itu disebabkan oleh karena sedikit sekali di antara mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mematuhi suaminya, dan karena mereka terlalu banyak bersolek/berhias."
8. Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan juga oleh yang lainnya, dari Abbas r.a. :"Allah mengutuk wanita-wanita yang bermake-up (berhias) mencolok dan berlebih-lebihan sehingga air wudhu tidak dapat menyentuh kulitnya, atau yang beroperasi plastik yang bertujuan untuk mempercantik diri sehingga mengubah bentuk asli sebagaimana yang Allah ciptakan. Rasulullah SAW pun melaknat orangyang mengerjakannya."
9. Ada pula hadits dari Rasulullah SAW, sabdanya : "Akan terdapat pada ummat-ku di kemudian hari, wanita-wanita yang berpakaian seperti telanjang (tanpa jilbab) dan yang mengenakan perhiasan yang berlebih-lebihan; kutuklah mereka, karena mereka adalah termasuk orang-orang yang terkutuk."
10. Riwayat Al Baihaqi dari Sulaiman bin Yasaar : "Sejahat-jahat orang-orang perempuan ialah mereka yang suka keluar rumah dengan memakai perhiasan serta suka menipu dirinya sendiri (dengan perhiasan-perhiasan palsu). Merekalah perempuan-perempuan munafik, dari antara mereka itu tidak ada yang masuk ke dalam surga seorang pun, melainkan sebagai burung gagak putih (karena jarang-nya)."
Wallahu a'lam bishowab.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk bisa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan ke-taqwaan. Amiin yaa Robbal'aalamiin.
Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuhu,ukhtukum fillah,

keistimewaan seorang wanita...

1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W akan hal  tersebut,jawab baginda: "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."
    
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang  soleh.
    
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya,derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takutkan Allah S.W.T dan orang yang takutkan Allah S.W.T akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
    
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.  Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan  anak Nabi Ismail A.S
    
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W) di dalam syurga.
    
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam  pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta  bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
    
7. Daripada Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada  anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan  menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
    
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
    
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan  ibumu dahulu.
    
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana pintu yang dia kehendaki  dengan tidak dihisab.
    
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara,  malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama  mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan  puasanya).
    
12.  Aisyah r.a berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W,siapakah yang  lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, "Suaminya." "Siapa pula  berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah S.A.W "Ibunya."
    
13.  Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadan, memelihara  kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.
    
14.  Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
    
15.  Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka  beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T mencatatkan baginya setiap  hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16.  Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T  mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T
    
17.  Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada  dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
    
18.  Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu  tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
    
19.  Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas  untuk membela agama Allah S.W.T
    
---------------------------------------------------------------------

1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W akan hal  tersebut,jawab baginda: "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."
    
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang  soleh.
    
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya,derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takutkan Allah S.W.T dan orang yang takutkan Allah S.W.T akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
    
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.  Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan  anak Nabi Ismail A.S
    
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W) di dalam syurga.
    
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam  pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta  bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
    
7. Daripada Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada  anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan  menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
    
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
    
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan  ibumu dahulu.
    
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana pintu yang dia kehendaki  dengan tidak dihisab.
    
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara,  malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama  mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan  puasanya).
    
12.  Aisyah r.a berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W,siapakah yang  lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, "Suaminya." "Siapa pula  berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah S.A.W "Ibunya."
    
13.  Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadan, memelihara  kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.
    
14.  Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
    
15.  Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka  beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T mencatatkan baginya setiap  hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16.  Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T  mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T
    
17.  Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada  dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
    
18.  Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu  tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
    
19.  Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas  untuk membela agama Allah S.W.T
    
---------------------------------------------------------------------

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes