24 Maret 2011

Hati Yang Selamat


Kalau kita sejenak mau memperhatikan kondisi orang-orang di sekitar kita, maka akan kita dapatkan berbagai macam bentuk prilaku yang nampak pada mereka, ada yang sedang sedih dan menangis, ada juga yang sedang gembira sambil tertawa, ada yang sedang giat bekerja, ada juga yang sebaliknya dan banyak lagi polah tingkah yang lainnya, semua itu merupakan cerminan dari kondisi hati mereka masing-masing.

Mereka yang kondisi hatinya baik dan bersih, tampak ketenangan dalam sikapnya, sebaliknya mereka yang kondisi hatinya sedang tak menentu atau sedang terjangkiti suatu penyakit, maka ia cenderung berprilaku yang tidak baik dan tak ada ketenangan dalam sikapnya, barangkali inilah yang pernah disabdakan oleh Rasulullah e dalam sebuah haditsnya yang berbunyi :

" Sesungguhnya dalam jasad manusia itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pulalah seluruh anggota tubuhnya, dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh jasadnya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati " ( Muttafaqun 'Alaihi).

Hati adalah sumber kejujuran bagi pemiliknya, ia tidak akan pernah dusta, meski lidah berucap beribu kali kebohongan tetapi hati akan selalu mengatakan kebenaran pada dirinya. Hati yang bersih bisa mengalahkan sifat yang buruk seperti sifat ego yang ada dalam diri seseorang, ia tidak akan bicara ngelantur dan tanpa pertimbangan sehingga meresahkan orang lain, ucapan atau statemen yang keluar dari hati yang bersih selalu diawali oleh pertimbangan yang matang, sehingga hasilnya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, ia akan lebih mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongannya. Sebaliknya, hati yang kotorlah yang senantiasa dipenuhi oleh ambisi dan hawa nafsu.

Bila hati kita sudah tertutup untuk menerima kebenaran, maka itu merupakan musibah yang sangat besar, ia akan melihat sesuatu bukan lagi atas dasar kebenarannya tetapi ia akan melihatnya atas dasar hawa nafsunya, sehingga fanatisme buta dan sikap berlebihanlah yang muncul, ia tidak akan melihat orang karena kebenarannya, tetapi ia akan melihat kebenaran itu karena orangnya, bila orang yang ia kagumi dan ia idolakan melakukan sebuah kesalahan, maka di matanya itu adalah sebuah kebenaran, ataupun kalau sudah jelas salahnya, maka ia akan berusaha mencari alasan untuk membenarkan orang yang diidolakannya. Inilah bencana besar yang sedang melanda sebagian besar ummat, bila hal tersebut terus berlangsung, maka lama kelamaan hatinya akan mengeras dikarenakan tidak adanya cahaya kebenaran yang menembus ke dalamnya.
Firman Allah yang artinya:

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yangmeluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:74)

Orang yang tidak punya mata ( penglihatan), tetapi hatinya bersih jauh lebih baik di sisi Allah dari pada orang yang diberi penglihatan normal akan tetapi kondisi hatinya buta, bagaimana pula jika kedua-duanya buta ?, dan seperti itulah yang akan terjadi di akhirat kelak, orang yang hatinya buta di dunia, akan dibangkitkan oleh Allah dalam keadaan buta mata, sebagaimana firman-NYA yang artinya :

 "Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta, Berkatalah ia :"Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat, Allah berfirman :"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu( pula) pada hari inipun kamu dilupakan". (QS. Thohaa :126)




Rasulullah SAW dalam sabdanya mengingatkan kita akan hal tersebut :

" Perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutuskan kenikmatan hidup ( Kematian ) karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya dikala sempit kecuali Allah lapangkan hidupnya, dan tidaklah seseorang mengingatnya dikala lapang kecuali ia akan merasa sempit " ( HR. Bukhari )

Kematian adalah sesuatu yang pasti dengan waktu yang tersamar, sehingga siapapun orangnya, kapanpun dan di manapun ia harus selalu siap menghadapinya, hanya dengan hati yang bersihlah kita bisa selamat ketika menghadap Allah yang artinya:
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. As Syu'araa :89)

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Luqman :34)

ETIKA MASUK MASJID



Kata "masjid" yang berarti tempat sujud yang berasal dari bahasa arab yang akar katanya dari lafad "Sajada" artinya sujud. Kata "masjid" dalam Al-quraan terhitung sebanyak 28 kali. Masjid adalah tempat ibadah setiap muslim sehari-semalam. Masjid adalah bangunan suci yang harus dihormati dan termasuk salah satu tempat yang harus dimuliakan. Bagi setiap muslim yang masuk masjid hendaklah dia membersihkan dahulu badannya, pakaiannya dan segala apa yang dibawa serta segala apa yang menempel pada tubuhnya.

Allah berfirman dalam Al-quran: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih- lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (al-Arop (7) :31).

Untuk lebih memahami tentang etika masuk masjid Rasulullah saw telah bersabda dalam kaitannya yang berkaitan dengan hal itu:
"Nabi saw. Bersabda; Mestilah kepada orang yang hendak masuk masjid memperhatikan sepuluh hal :
1.      Menjaga sepatu dan sandalnya (dari najis supaya tidak mengotori masjid). Dan memulai dengan melangkahkan kaki kanan. (Sedang membuka sandal/sepatunya sebelah kiri terlebih dahulu).
2.      Hedaklah membaca Bismillahi wasalamu'ala rasulillahi wa'ala malaaikatillahi allohumaftahlanaaab waba rohmatika innaka antal wahhab. Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan keselamatan semoga tercurah kepada Rosululah dan pada Malaikat Allah , ya Allah bukakanlah bagi kami pinti-pintu rahmatmu sesungguhnya pemberi karunia".
3.      Membaca salam kepada penghuni masjid. Bila disana tidak ada siapa-siapa maka membaca: Asallamu alaina waala ibadilahs solihin. Artinya: "Keselamatan semoga tercurah kepada kami dankepada hamba-hamba Allah yang Saleh".
4.      Membaca syahadat.
5.      Tidak boleh lewat didepan orang yang sedang sholat (haram).
6.      Tidak berbuat sesuatu di masjid dari amaliah dunia seperti: jual beli dan disunatkan bagi yang melihat hal itu mengatakan "Semoga Allah tidak memberikan untung jual beli mu".
7.      Tidak boleh berbicara tentang masalah duniawi di masjid. Seperti mengumumkan barang hilang dan jika kita mendengar hal itu disunatkan berkata: "Semoga Allah tidak mengembalikan barang mu".
8.      Jangan duduk dulu dan keluar sehingga mengerjakan shalat 2 rakaat (tahiatul masjid).
9.      Jangan masuk masjid kecuali telah berwudu.
10.  Ketika hendak berdiri dan pulang bacalah doa (kifaratul majlis) Subhanaka Allahuma wabihamdika ashaduanla ilah ilaanta astagfiruka waatubu ilaik artinya: "Maha suci engkau. Ya Allah dengam memuji pada mu.Aku bersaksi bahwa tidak tuhan kecuali engai. Aku mohon pengampunan pada-Mu dan aku taubat pada-Mu"

jejak langkah pendidikan



Assalamu’alaikum wr.wb.

                Pada kesempatan kali ini ana pengen menceritakan sedikit kisah perjalanan pendidikan yg pernah ane tempuh mulai dari terciptanya menjadi sebagai seorang anak manusia, sampai saat sekarang ini. Mungkin apa yang ane ceritakan ne sedikit agak sulit dimengerti,hehe. Bingung sebenernya mau mulai ceritanya seperti apa dan menceritakannya bagaimana, tapi dimengerti sendiri aja ya, soalnya ane g’ pake EYD dalam mendeskripsikan semuanya,he.... ^_^
                Langsung aja. Sebelum mengeyam pendidikan formal, ane belajar secara otodidak ne di rumah bersama orang tua pastinya,belajar jalan,makan,minum,mandi dan hal2 dasar lain yg lazim balita lakukan. Konon katanya sih ana ne sering di titipin ma orang tua waktu balitanya,jarang ma ibu dan jarang dirumah sendiri, lebih banyak dititipkan dirumah orang lain,rumah keluarga ato rumah tetangga. katanya sih biar dewasanya nanti ane bisa mandiri (ceritanya gitu,he). Setelah lulus dari pendidik nonformal tu, ane dimasukin ma ortu ke TK Empang ( bukang empang tempat ikan ya, Empang tu nama suatu daerah di sumbawa). Ane lupa tu lok pendidikan di TK brapa lama, pi yg ane ingat di TK tu cuman ada 2 kelas, yakni kelas nol kecil ma kelas nol besar. Proses belajarnya sih ya seperti TK pada umumnya, diajarin dasar dan keterampilan doang, perkenalan apa itu baca tulis, sisanya bermain ria,hoho.
                Pengalaman yang ane inget sih, emmm... (mikir dulu...) tring,  yg diinget ya cuman maennya doang, makan dikantin, inget bapak dan ibu guru. Gurunya cuman ada 3 lho, 1 guru cowoq sekaligus jadi kepala sekolahnya ma 2 guru ceweq. Namanya ane lupa ne, pi wajahnya selalu terkenang di otak,hehe. Lok temen yg ane inget tu nyaris tak ada, cuman Rima mihada akdamana aja ya dari TK ampe SMA selalu satu sekolahan, sisa temennya ane g’inget, entah memorinya ilang karena apa,he. Hal yg paling seru tu sewaktu TK, kita udah punya tranportasi antar jemput lho, transportasinya sangat keren dan modern yakni “Dokar “(cidomo,delman istilah laennya),hehe. Cuman setor duit Rp. 50,00 (lok g’salah tarifnya segitu) langsung deh dapet fasilitas seperti itu, fasilitas tu cuman khusus buat ane maa temen2 yg disediakan oleh sekolah,he. Kisah selebihnya sih seperti di TK pada umunya, seperti tiap 17 Agustus selalu pawai karnaval. Baju pawai favorit ane tu baju tentara ma polisi,hehe. Mungkin sekaian dulu kisah di TK (taman kanak-kanaknya) sampai disini aja ya,coz ingatan tentang itu semua minim.. ^_^
                Lanjut ke pendidikan berikutnya. Setelah lulus dan wisuda dari Taman kanak-kanak, ane langsung di sekolahin di MIN Empang (madrasah ibtidaiyah negeri), sekolah islam pertama dan satu-satu di daerahnya ane hingga saat ini. Entah apa mungkin pertimbangan orang tua, sehingga ane di sekolahkan disana. Jarak sekolah dari rumah tu sekitar 10 Km lho, padahal sekolahan SD di lingkungan ane tu ada, jaraknya aja cuman 100 M, dan lucunya lagi ibu ane adalah guru di sekolahan SD tu,hehe. Tapi Ane sebagai seorang anak mah ngikut aja, yg penting asyik aja, soalnya masih 6 atau 7 tahun tuch waktu itu jadi manut aja,hoho. Mungkin ne program ortu utk mendidik ane secara mandiri, bayangin aja semenjak balita aja dah di titip-titipin dirumah orang,hoho. (kisah dan pengalaman sewaktu MI ada di tulisan selanjutnya)
                Setelah lulus dan mendapat gelar S1 (tamatan SD) rencananya ane mo diajak tu ma guru ngaji ane utk melanjutkan studi ke Gontor, orang tua terima aja, ane pun sangat siap, tapi nenek yang g’ngijinin, katanya masih terlalu kecil,hehe. Jadinya, ane di sekolahin di Mtsn Empang deh (kebetulan ayah ane jadi KTU dsana). Seperti biasa, ana disekolahin jauh dari rumah, padahal ada tu Smp deket rumah, tapi tetep aja milih sekolahan yang jauh,makanya jujur aja ane g’ punya sahabat maen di sekitaran rumah ane (kasihan)hehe. Temen ane jauh2 rumahnya paling deket jaraknya 5km dari rumah. Tapi ya sudahlah ane ngikut aja, hoho (kisah dan pengalamannya di tulisan selanjutnya).
                sEtelah dapet gelar S2 (taman Mts) ane lanjut ke...??? ini dia yg seru. Waktu itu kan pengen sekolah ke Gontor, pi karena g’ diijin ma nenek. Akhirnya pengen lagi tu ngelanjut keinginan tuk sekolah dsana, tapi sayang seribu sayang, guru ngaji ane dah jadi anggota DPRD, jadinya sulit meralisasi keinginan tsb. Jujur aja, ane sebenernya pengeeeeeeeeeeen banget sekolah dan nuntut ilmu tu di pesantren, walau dikisahkan temen2 lok pesantren itu begini dan begitu tapi keinginan tuk belajar disana sangat kuat, pi mungkin Allah belom ngijinin ane tuk studi di pesantren. Makanya setiap ada yg namanya pesantren kilat, ane pasti jadi yg terdepan ^_^
                Ane cuman bisa ngelanjutinnya di NTB aja dech, pi masih bingung tuch mau masuk SMA to MA, soalnya dari awal udah start dengan sekolahan dibwah naungan departemen Agama bertaraf madrasah. Hal apa yg jadi pertimbangan waktu itu ane juga kurang tau, tapi pemilihan sekolahnya tu sepenuhnya diserahkan ke ane sendiri (mengaktifkan program kemandirian,he) sempet sih diskusi ma temen ane si Rima yg dari Tk ampe Mtsn tetep satu sekolahan. Diskusi masalah mo lanjut ke Sma to Ma, akhirnya mutusin sekolah Sma aja, biar dapet pengalaman baru dan nerapin apa yg dah di dapet selama di madrasah. Awalnya ane cuman pengen sekolah di sma 5 mataram waktu itu, harga mati dah masuk Sman 5, katanya sih dsana yg terbaik (maklum kurang informasi,he).
Ane daftar di 2 tempat, wakni d sman 1 Sumbawa ma di Sman 5 Mataram, ane daftar ma Robby, temen sewaktu Mts,sedangkan Rima dah langsung merapat kemataram. tapi sayang ane ma dia g’ keterima pada awalnya. tapi jelakanya, waktu pengumuman ke dua temen ane si Robby ne keterima sedangkan ane sendiri g’, tapi berkas pendaftarannya udah ane cabut sebelumnya. Akhirnya, pendaftarannya dia di anulir ma panitianya tu, kesalahan besar yg ane lakuin soalnya terjadi kesalahan informasi, maaf buat sobat ku lagi.. pi alhamdulillah dengan izin Allah dia keterima kembali di sman 1 mataram, walau sebelumnya dia numpang sekolah dulu di tempat lain.
Akhirnya ane gagal dech keterima di sman 1 sumbawa, tapi ada kenyataan yang lainnya lagi kawan, pendaftaran di Sma 5 juga ternyata ane g’ keterima juga, 2 tempat pendaftaran keduanya g’keterima pada hari yang sama dan hampir pada jam yang sama (menyedihkan), entah kemana lagi harus kulangkahkan jejak langkah ini,he.
Ada 2 pertanyaan yg mungkin mengganjal, yg pertama, kok bisa daftar di dua tempat, pada waktu yang sama sedangkan peraturan waktu itu lok daftar harus pake STTB yg asli ???Lalu  pertanyaan ke dua lok g’ keterima di kedua tempat tu, kenapa bisa nyangkut di Sman 3 Mataram????????????????????
(jawabannya ada di tulisan lainnya)
^_^

siapakah aku???


sekarang mencoba untuk terbuka di dunianya maya, eh dunia maya maksudnya...

Assalamu’alaikum wr.wb
Untuk mengawali blog ini saya mau perkenalkan diri dulu ya,he
(fotonya ada disamping, cuman ini ja foto yg ada, ne yg asli lho g' pake editan,hehe), maklum g'hobi fotoan makanya cuman ne yg tersedia...
^_^

“bismillahirahmaanirahiim”
                Perkenalkan nama ana hendra satria pramdana , akrabnya dipanggil hendra. Tapi lok di kampung halaman biasa dipanggil nanang. Nama nanang tu diambil dari nama paman saya (entah kenapa nama itu bisa nyangkut di diri ini,he). Jujur aja, ampe saat ini ana lom tau tuch arti nama hendra satria pramdana ato arti nama nanang, mau nanya ma ortu malu sangat, anak yg aneh. namakan adalah do’a tuch, pi arti nama sendiri aja g’tau gmana mo di do’akan,he.Lok disini pake nama hendra aja ya, biar agak pasaran dikit, lok nama nanang tu nama khusus n buat orang2 yg khusus pula.
 Baiklah, mari kita lanjutkan perkenalannya. Ane nongol di dunia fana ne pada tgl 16 maret 1991 setelah mengalahkan ribuan saudara kembar di dalam rahim ibunda tercinta, entah gmana mungkin kisah perebutan utk jadi anak (kasian juga saudara2ku yg gagal dibuahi,he).  Lok proses kelahirannya sih kurang tau juga ya, lahirnya dimana, sapa yg bantu ngelahirin, jam brapa n bla..bla..bla..nya (soalnya g’pernah nanya ma ibu). Ana anak pertama dari pasangan pak Hermansyah (lombok) ma ibu Hajrah(sumbawa), promosiin ortu ne,he. kemudian disusul ma seorang adq yg nyebelin,ngerepotin,jengkelin, dan lain sebagainya (walau dalam hati tidak seperti itu, taulah lok kk ma adq kandung tu yaq gmana) bernama Nina Dwi apriani yg terlahir tanggal 23 april 1993 yg juga berhasil mengalahkan saudara2nya saat pembuahan (untuk ayah,ibu dan adik g’ana cerritakan disini).
Ana sekarang tinggal dan berdomisili di ngayogyakarto hadinigrat (ribet amat,he) di daerah rejowinangun di sebuah rumah kontrakan (lagi menuntut ilmu ya, bukan cari jodoh), sebelumnya 3 tahun lebih tinggal di mataram, tepatnya seganteng sewaktu SMA dulu (smanti), tinggalnya sih di kostan milik keluarga juga. Ane lom punya rumah, masih nitip tinggal ma ortu gitu,he. Aduh lupa, ane ni anak sumbawa (taukan sumbawa itu apa, tu lho yg tetanggaan ma lombok,NTB). Ane tingalnya di plosok kawan, sumbawanya aja sumbawa ujung, deket perbatasan ma dompu. Lok posisi rumah dari kabupatennya sih sekitar 98 KM (makanya lok ngurus sesuatu yg harus ke kabupaten butuh perjuangan yg ekstra).
Ane ne punya karakter yg ringan, saking ringannya kmana angin bertiup maka kearah tiupannyalah ana tertuju. Ibarat daun di aliran sungai, ngikut aja tuch, yg penting positif aja. Lok ditanya hobi, hobinya tu sifatnya kontemporer, g’ tentu, tergantung musim,hoho.tapi ada salah satu hobi yg paling ane suka, yakni memprovokasi orang2 terdekat, inginnya sih jadi provokator sejati, moga aja terwujud. Satu lagi karakter ana, yakni ana sukanya bermain dibalik layar, artinya g’mau nampil di depan, karena yg paling asyik tu ngatur2 g’jelas di belakang. Lok masalah dunia, jujur aja ana g’ berminat buat tampil kedepan apa lagi jadi yg terdepan, males bgt, lebih seru jadi pemain siluman yg tak nampak. Kalau ingin tau sifat dan sikap ana terhadap orang2 sekitar, lihatlah dan pelajarin bayangan kalian sendiri,insyaAllah tidak akan mengerti hohoho (petunjuk yg sangat g’jelas).


Aku ini adalah partikel yg terkecil di kehidupan ini...
Aku ini adalah bayangan...
Aku ini sukanya dibalik layar
Aku ini provokator
Aku ini adalah A.K.U
Aku ini siapa ?
Aku ini hsp
(aku, karya bapa-ibuku)

Mungkin ini dulu ya perkenalannya secara garis besar ( mana garisnya?), sisanya mungkin nyambung ma cerita yg lainnya,hehe...
               
               


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes